Susu Manusia Terbaik, Susu Sapi Baik

Saat Saya dipanggil, “Galih..” Sayapun menyahut dengan “Hah”. Nah saat itulah hak asuh untuk mengasuh Saya sebagai seorang anak seolah terkesan diperebutkan oleh orang tua saya sendiri versus sapi. Dan ketika saya dipanggil lantas saya menyahut panggilan itu dengan kata “Hah” sekali lagi dipertegas dengan sahutan “hah”. Selamat.. Selamat berarti saya telah sukses melalui serangkaian proses adopsi bergabung bersama keluarga sapi, selamat buat sapi yang telah memenangkan hak asuh atas saya sebagai anak, ini semua berkat susumu.

Ahahaaa… šŸ™‚ Ya, demikian besar peran sapi dalam pertumbuhan kita sampai remaja dari awal balita dan anak-anak. Sampai kisah diatas yang saya alami diwaktu kecil itu sedikit dapat menjadi alasan betapa besarnya kontribusi susu sapi sehingga banyak yang pantas memantaskan kalau saya ini anak sapi. Dipanggil kok semaure “hah”, yang semestinya itu “dalem”.

Belum lama ini santer diberitakan susu sapi berbahaya dan tidak layak untuk dikonsumsi. Serba tidak percaya, namun kabar ini santer diberitakan dengan disertai sederet mitos yang seolah membenarkan adanya kabar tersebut. Mitos itu diantaranya, Tak ada makanan lain yang lebih sulit dicerna daripada susu sapi, kasein yg membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit di cerna, Komponen susu yang di jual di toko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas, usu yang dipasteurisasi tidak mengandung enzim-enzim berharga, lemaknya teroksidasi dan kualitas proteinnya berubah akibat suhu yg tinggi, Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat, dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus, Jika wanita hamil minum susu sapi, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik (penyakit radang kulit yang parah), Minum susu terlalu banyak menyebabkan osteoporosis, Orang yang minum susu sapi saluran cernanya rusak.

Entahlah, meski berita yang menginformasikan temuan aneh tersebut masih perlu kita gali dan pelajari agar kita semua mengerti benar dan tidaknya. Agar kita tidak salah menkonsumsi informasi. Yang jelas, untuk susu memang benar saya sendiri telah mengambil kesimpulan bahwasannya “Susu Manusia Terbaik, Susus Sapi Baik”.

Kalau menurut Anda, susu mana susu terbaik..??

Iklan

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: