Kekalahan Manny Pacquiao, Cerminan Spanyol Vs Italia.

Malam yang semalam pun belum sepenuhnya hilang, meski diakhiri pagi namun kini beranjak siang. Yang semalam pun kini hanya menyisakan cerita, begitu pun dengan siang menjelang sore ini, ada cerita baru. Seru..

2 partai penyisihan grup B Euro 2012 Polandia-Ukraina semalam membagikan kisah tersendiri bagi semua. Ketika unggulan justru tersungkur tak berdaya oleh semangat yang samar namun mematiakan, saat itulah saat dimana malam tadi Belanda yang diunggulkan harus menelan kekalahn dari sebuah tim non unggulan. Namun, kenyataan seharusnya lebih tepat menyebutkan Denmark sebagai tim unggulan yang tersamarkan. Begitu juga saat ketika yang difavoritkan memang menang, meski bersusah payah dan sejumlah data statistik pendukung tak mendukung menjadi saksi,saat keduanya bertolak belakang untuk hasil akhir memberi cerita lain. Saat itulah saat dimana Portugal gagal menkonversikan banyaknya peluang yang dimiliki menjadi gol penghindar atas kekalahan dari tim Jerman. Miris dan terkesan tak adil, namun itulah pertandingan.

Siang ini, siang yang seharusnya menjadi jeda justru membawa kita untuk lebih meilih menyebrang bertandang ke Las Vegas. Disana ada sebuah ring tinju yang menjadi ajang perebutan gelar juara dunia antara sang muka lama juara bertahan Manny Pacquiao asal Filipina, melawan sang penantang baru petinju tuan rumah Timoty Breadly asal Amerika.

Adu jotos mendominasi jalannya pertandingan yang ditarget berlangsung 12 ronde itu. Menarik sekali menonton partai tinju kali ini, selain partai besar partai ini memberi warna tersendiri demi menghindari kejenuhan yang mulai menghinggap karena akan seringnya menonton pertandingan lain yang didominasi oleh skill pemain-pemain berkaki. 1, 2, 3.. ronde dan tuntas pada 12 ronde partai ini berakhir. Tak peduli memar, perih, dan sakit yang dirasakan oleh kedua petinju, akhirnya sang pemenang dalam laga itu pun diumumkan.

Siang itu disini, malam itu disana bagi mereka penonton berkantong tebal dan tak terkecuali malam bagi kedua petinju yang bertarung di MGM Grand Arena, Las Vegas. Kejutan pun terjadi. Setelah 15 kali tak terkalahkan, akhirnya petinju asal Filipina, Manny Pacquiao harus kehilangan gelarnya dalam pertandingan tersebut, meski selama 12 ronde berlangsung para penonton disuguhkan oleh dominannya Manny Pacquiao atas tangguhnya Timothy Bradley. 3 Juri berwenang yang memberikan penilaian dalam pertandingan tersebut akhirnya memberikan kemenangan pada petinju baru, juara baru, petinju tuan rumah, Timothy Bradley.

Kedua petinju memang bertarung dalam kategori aman, sama-sama cari aman. Demikian pun dengan unggulan Manny Pacquiao yang dalam laga itu gagal menjatuhkan Timoty Bradley, namaun pada awal ronde ia berhasil melukai lawan melalui pukulan yang lebih terarah, keras, dan bersih. Setidaknya itu modal penting dalam perolehan angka. Sementara sang juara dalam laga itu, Timoty Bradley pun berani memberi perlawanan.

Setelah pertandingan itu usai kedua petinju sama-sama memberikan pujian, tak terkecuali Manny Pacquiao. Meski banyak yang menilai dirinnya layak menang dalam partai itu, namun Manny Pacquiao bersikap menerima dan tak terkesan mepersoalkan kekalahan kontroversinya. Dia berharap suatu saat nanti akan kembali bertarung melawan Timoty Breadly dalam sebuah rematch atau partai ulang. Dari laga tinju tersebut kita dapat melihat kebesaran hati dari sang pemegang rekor juara yang akhirnya terkalahkan meskipun terkesan kontroversi, namun Manny Pacquiao berusaha menerimannya layaknya seorang legenda dan juara sejati yang kini telah melekat dari kesuksesan karirnya.

Kembali lagi menyeberang ke daratan Eropa, laga penyisihan Euro 2012 Polandia-Ukraina malam nati akan memertemukan 2 tim besar Eropa lainnya, Spanyol dan Italia. Perlu diketahui Spanyol merupakan tim yang diunggulkan juara dalam turnamen kali ini selain kebesarnnya sebagi tim papan atas dunia setelah berhasil menjuarai Euro 4 tahun silam, dan juga piala dunia 2 tahun silam. Terlepas dari tren positif yang pada intinya menguatkan Spanyol sebagai tim yang diunggulkan, bisa jadi Italia justru akan membalikan keadaan yang tak menguntungkannya. Rentetan persoalan yang dialami tim ini akhir-akhir ini, dari liga domestik terkait kasus calcioscommesse kloningan calciopoli membuat sejumlah kalangan memandang sebelah mata ketika pertandingan malam nanti mempertemukannya kontra Spanyol.

Dalam laga fase penyisihan grup nanti wajar saja jika sejumlah kalangan mengunggulkan Spanyol untuk memenangi laga, namun hal ini bisa menjadikan pelecut semangat para pemain Italia untuk menang demi menjaga martabat atas apa yang menimpa sepak bola negerinya. Ya mari kita tunggu saja hasilnya dengan menyaksikan pertandinagn yang akan berlangsung malam nanti, segalanya bisa dan mungkin terjadi.  Akan bagaimanakah? namun saya sendiri berkaca pada laga tinju siang tadi yang mengalahkan juara bertahan Manny Pacquiao, Spanyol pun saya prediksi akan bernasib sama halnya dengan apa yang dialami Manny Pacquiao, kalah setelah diunggulkan. Saya memprediksikan kemenangan Italia atas Spanyol dengan skor 2-1. Kalau prediksi Anda..?

Iklan

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: