Double Post, Sejarah, Kali Pertama, & Perempat Final.

Sejarah kelam dunia bulu tangkis Indonesia akhirnya terukir melalui kekalahan Tim Thomas Indonesia atas Tim Jepang dalam partai perempat Final Thomas Uber Cup 2012. Mengapa dikatakan sejarah, hal itu dikarenakan lebih dari setengah abad Tim Thomas Indonesia selalu mencapai partai semi final.

Dalam partai perempat final itu Tim Thomas Indonesia sebenarnya mengawali laga pertama dengan apik, melalui tunggal putra Simon Santoso berhasil mengalahkan pemain negeri Matahari terbit So Sasaki dengan 22-20, 21-14. Namun keunggulan 1 poin itu tidak berlangsung lama saat partai kedua ganda Indonesia yakni Markis Kido/Hendra Setiawan gagal mempersembahkan kemenangan. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto dengan skor 16-21, 19-21. Dalam partai ketiga Tim Thomas Indonesia justru gagal untuk kembali memimpin karena wakil tunggal kedua Tim Thomas Indonesia Taufik Hidayat kalah dua set langsung dari Kenichi Tago 12-21, 17-21.

Dengan kekalahan ini Jepang memimpin 2-1. Padai paratai ke empat Tim Thomas Indonesia menaruh harap untuk dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui ganda kedua Indonesia Mohammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra yang tampil menghadapi Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa. Dalam partai itu meski ganda kedua Indonesia Mohammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra berhasil meraih kemenangan dua set langsung itu bukan berarti mudah untuk mendapatkannya. Ganda Jepang sempat memberikan perlawanan sengit dan terjadi saling kejar angka dipertengahan set kedua. Namun Akhirnya Ahsan/Alvent memenangkan partai tersebut dengan hasil akhir 21-17, 21-13. Dengan hasil ini Indonesia bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 atas Jepang.

Dengan kedudukan sama kuat Indonesia dan Jepang terpaksa harus memainkan partai terakhi sekalugus partaii penentuan untuk menentukan siapa yang berhak lolos ke semifinal. Dalam partai penentuan itu Tim Thomas Indonesia menurunkan tunggal putra ketiga Dionysius Hayom Rumbaka yang menghadapi tunggal Jepang Takuma Ueda. Harapan untuk lolos ke fase semi final tentunya tinggal bertumpu pada partai ini. Kemenangan adalah harga mati apabila Indonesia ingin lolos ke semi final. Tapi apa mau dikata, kemenangan yang sejatinya bisa diraih sekalihgus menjadi harapan besar Tim Thomas Indonesia dan harapan seluruh masyarakat di tanah air mungkin menjadikan tunggal putra Indonesia ketiga Hayom menyajikan permainan yang nampak sekali membebani. Ia tertinggal dari awal. Sempat tertinggal 3-0 kemudian bisa mengejar hingga 2-3, namun justru semakin tertinggal dengan gap enam angka mulai dari 9-14 hingga 10-16. Set ini dimenangi Ueda dengan 21-14. Keadaan ini membuat peluang lolos Tim Thomas Indonesia semakin menipis . Di set kedua Hayom juga cepat tertinggal, 0-2, 1-3, lalu 2-4 sebelum bisa mengejar hingga 6-4. Habis itu terjadi kejar-kejaran yang menegangkan hingga terjadi kesamaan angka 19-19.

Dan sejarah kelam Tim Thomas Indonesia pun akhirnya terukir setelah Hayom dipaksa menyerah kalah oleh tunggal Jepang Takuma Ueda dengan skor 21-19. Kegagalan Tim Thomas Indonesia untuk lolos ke fase semi final untuk pertama kalinya banyak menjadi sorotan, pembicaraan dari berbagai kalangan. Ada yang menilai kekalahan Indonesia itu karena strategi yang salah dalam komposisi pemain yang diturunkan saat melawan Jepang. Ketidakpuasan atas kekealahan itu ada yang melihat ini dikarenakan kesalahan manajer tim dalam menentukan komposisi pemain yang seharusnya ganda yg diturunkan tetap Mohammad Ahsan/bona dan jg markis Kido/hendra setiawan. Kekalahan Tim Thomas Indonesiapun ramai diberitakan di berbagai media Tanah Air. Saking ramainya pemberitaan topic ini menjadi berita utama /headline berbagai media baik elektronik, koran dan surat kabar bahkan Saya sempat menjumpai pemberitaan mengenai kekalahan Tim Thomas Indonesia yang double post sekaligus double headline.

Kekalahan memang tidak dapat dielakkan, semoga semua ini menjadi pembelajaran berharaga agar kelak Tim Thomas Indonesia bangkit dan kembali berprestasi. Yang tersisa kini sekaligus menjadi harapan bangsa adalah Tim Uber Indonesia, masih ada peluang.Semoga saja bisa meraih kemenangan dan bisa meraih juara dalam ajang ini. Untuk Tim Uber Indonesia mari kita sama-sama dukung dan doakan šŸ™‚

Iklan

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: