Cinta Bersemi Lewat Comment & Jempol (obsesi pangeran berkuda putih)

TKP (korban OVJ).. dimana..? dimana lagi kalau bukan Facebook..

Mungkin karena sifat Aku yang mudah jatuh.. Cinta.. tapi bukan pengobral.. Cinta..

Dari sekian alasan penyebab jatuh.. Cinta.. Mungkin satu alasan yang paling pas buat Aku ya itu.. Mudahnya aku untuk jatuh.. Cinta.. Yaa, beginilah suka duka orang yang mudah jatuh.. Cinta.. Sukanya, berjuta rasa pastinya.. Dukanya, berjuta rasa juga pastinya.. Hehe.. Awal kisah dari kebisaanku yang suka (like) status facebook Dia (cewek).. sampai pada level keberanian (karena aku sama sekali belum pernah mengenal Dia sebelumnya) berikutnya komen (comment). Sebenarnya bukan cuma aku saja yang suka (like) atau komen (comment) status Dia.

Silih berganti dengan antrean yang rapih para cowok memberikan komentarnya (comment), Aku juga tidak tahu asal-usul satu per satu dari mereka, entah cowok itu teman dekat Dia, entah itu cowok yang kesepian yang mencoba peruntungannya, tak terkecuali Aku. Setelah beberapa kali terlibat affair dalam beberapa statusnya, sampai akhirnya kita berdua punya forum obrolan khusus.

Bermula dari status facebook Dia Akupun beruntung bisa mengobrol lewat forum ini. Forum ini setidaknya memberi Aku ruang gerak yang lebih leluasa untuk lebih mendekat dengannya. Sedikit batasan antara Aku denganya mengingat umur perkenalanku yang bisa dibilang belia, ada kesempatan lebih bagiku untuk mengasah naluriku sebagai seorang cowok. “Bukan lewat chat”. Forum obrolan Aku dengannya kuberi nama “Pangeran Berkuda Putih”. Nama itu tidak dipatenkan.

Pada suatu malam, bagiku malam yang belum terlalu larut, mungkin Dia akan segera tidur. Tapi, sebelum Dia tidur masih sempat Dia meng-update status Facebooknya. Isinya “Pengen mimpi bertemu pangeran berkuda putih”.. Hehe, ada2 saja.. Walaupun terkesan aneh tapi dengan berbagai macam analisis, Aku coba mengartikan statusnya dengan keadaan hati Dia seakurat mungkin. Ya, misi Aku memang terpusat pada perasaan hatinya.

Dari awal mula perkiraanku, Dia masih sendiri (jomblo). Tidak sedikit alasan yang tidak bisa Aku sebutkan kalau perkiraanku 99.9% tepat tanpa melibatkan LSI kalau dia masih sendiri (jomblo). Pastinya melalui naluri kelaki-lakianku. Sampai saat ini Akupun masih berharap demikian, Dia itu sendiri. Semoga saja memang demikian. Akupun bereaksi setelah melihat status barunya, bahakan sangat cepat. Sebelum menjadi topic yang basi. Seketika itu aku berimajinasi bagaimana cara agar Aku bisa menanggapi status barunya, agar terdengar tidak biasa. Maksud hati agar lebih special. Karena bagiku Dia memang begitu special.

Minimnya pengertianku tentang “Pangeran berkuda putih” sempat membuatku berfikir lama, sebatas pengetahuanku saja, kalau pangeran berkuda putih ya Pangeran Diponegoro. Hehe.. Tapi teringat juga cerita itu adalah kenangan masa kecil ketika banyak orang tua bercerita (mendongeng) kepada anak-anaknya ketika beranjak tidur.

Dan Akupun mendapatkan sebuah ide, gambar. Ya.. Gambar pangeran berkuda putih yang Aku cari melalui google search. Akhirnya ketemu juga, setelah selaesai Aku unduh, Aku berniat untuk membagikan gambar ini untuknya, segera kutandai gambar ini dengan namanya. Kemudian aku upload & kubagikan untuknya. Malampun berlalau, haripun berganti. Seperti biasa seolah menjadi rutinitas Akupun membuka facebookku. Ada beberapa notifikasi baru, (Aku berharap salah satu dari Dia). Setelah Aku cek memang benar satu dari notifikasi baru itu memang dari Dia.

Singkat cerita Akupun sering menyapanya melalui forum ini. Perkenalanku, terasa begitu cepat untuk mulai rindu dan memikirkannya. Berharap Dia mengerti, Aku sandarkan pada sebuah ungkapan, Akupun mencoba mengutarkan perasaan hati ini kepadanya. Kuberanikan diri, mungkin Aku yang terlalu berani, mungkin juga karena Aku yang telah & mudah jatuh.. Cinta..

Mungkin semacam cinta pandangan pertama (Love at first sight). Mungkin.. (Hanya saja belum pernah bertmeu dengannya langsung). Wajar bila ini terlalu cepat, wajar bila ini menumbuhkan ragu, wajar bila ini membuat terkejut, wajar saja bila sampai saat ini tak tak ada respon berarti darinya (Dia). Untuk mentertawakankupun sah-sah saja. Mungkin Aku terlalu jujur untuk mengungkapkanya, atau mungkin cara penyampaianku yang kurang elegant. Sudahlah.. Meskipun sekarang tak ada lagi jempol (like) & tak ada lg komen (comment). Semua telah terjadi, semua ini benar adanya bagiku. Entah mengapa Aku merasa dekat sekali dengannya, dan Aku hanya mencoba jujur tentang perasaanku padannya. Tak ada guna untuk Aku sesali. Namun begitu, Dia telah membuat cinta di hati ini, bersemi.. Kembali..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: